Mengatasi Masalah Dengan Masalah

InspirasiPublished May 23, 2007 at 8:36 am 12 Comments

Siapa yang pernah berhutang mohon tunjuk jari? Saya yakin hampir semua yang membaca tulisan ini akan tunjuk jari. Termasuk saya sendiri. Siapa yang pernah punya masalah dengan hutang harap tunjuk jari? Nah, sekarang banyak yang tidak tunjuk jari tapi malah senyum-senyum. Mungkin ada yang teringat pengalaman pribadinya, atau mungkin sulit untuk mengakuinya. Meski kadang kita malu mengakuinya, saya yakin banyak diantara kita yang pernah memiliki masalah dengan hutang. Entah dari sekedar terlambat membayar kartu kredit hingga tiap hari ditelpon petugas kartu kredit, hingga didatangi debt collector yang kasar dan serem.

Untuk apa kita berhutang? Umumnya hutang digambarkan sebagai “solusi atas masalah keuangan kita”. Lihat saja iklan2 produk perbankan, semua menggambarkan hutang sebagai solusi. Hutang memang akan menjadi solusi ketika kita bisa mengelola nya dengan benar. Namun dapat menjadi masalah ketika tidak dikelola dengan baik. Dan yang lebih penting lagi, ketika hutang sudah menjadi masalah, bagaimana mengatasinya?

Bagi Anda yang pernah ada dalam posisi berhutang dan merasakan beratnya membayar hutang, pasti ingat alternatif apa yang kita pikirkan ketika hutang menjadi masalah. Ya, berhutang lagi. Hampir selalu begitu. Pengalaman saya bekerja di perbankan adalah demikian. Sebagian besar debitur yang bermasalah, akan mencoba mengatasi masalah dengan menambah hutang. Ini sama saja mengatasi masalah dengan masalah. Hasilnya ya masalah yang lebih besar.

Saya juga pernah dalam posisi berhutang, dan Alhamdulillah dapat mengatasinya. Bagaimana saya bisa menyelesaikan masalah saya dulu? Ternyata bukan dengan berhutang lagi. Masalah ternyata tidak dapat diselesaikan dengan masalah, namun harus diselesaikan secara tuntas dari dalam ke luar (inside-out). Ibarat pengobatan, harus dari dalam, baru manjur. Berikut sharing pengalaman saya:

Jangan menghindar. Mengalami masalah dalam berhutang itu wajar dan dapat diselesaikan. Jadi Anda jangan sampai menghindar dari pemberi hutang. Semakin Anda menghindar, masalah akan semakin besar. Hadapi dan ajak bicara baik-baik. Tawarkan solusi dan ajak diskusi. Mereka juga berkepentingan supaya Anda mampu membayar hutang. Anda juga tidak perlu merasa dalam posisi di bawah. Hubungan bisnis itu posisinya setara. Para konglomerat yang punya hutang trilyunan saja (dan nunggak bertahun-tahun!) kalau bernegosiasi dengan pejabat pemerintah tampil super pe-de. Jadi kalau hutang Anda masih puluhan atau ratusan juta ya santai aja.

Jangan membuat pikiran kita terpaku dengan memikirkan masalah hutang. Semakin dipikirkan, maka masalah akan semakin berat. Lagipula, suatu masalah tidak akan selesai dengan dipikirkan. Sebagai ganti nya, mulailah berpikir tentang peluang-peluang dan kesempatan-kesempatan untuk memperoleh uang tambahan TANPA BERHUTANG. Kalau kita berpikiran bahwa solusi akan datang dengan cara mencari hutang lagi, maka itu yang akan terjadi. Jadi stop memikirkan bahwa kita akan menambah hutang untuk menutup hutang. Pikirkan peluang.

Mungkin Anda akan protes, walah susah nih, bagaimana caranya? Peluang apa? Hari ini mungkin Anda belum kepikiran, tapi InsyaAllah Tuhan akan memberikan pertolongan ketika Anda mulai berpikir tentang peluang. Perhatikan sekitar Anda, adakah peluang untuk menghasilkan uang tambahan secara halal dengan cepat? Saya yakin pasti ada. Ketika kita mulai berpikir tentang peluang, pintu rizki akan terbuka. Saya pernah membuktikannya.

Terus bersyukur. Ini yang paling berat. Mana mungkin dalam keadaan babak-belur “terjepit hutang” masih bersyukur. Justru disini tantangannya. Tuhan Maha Bijaksana. Pengalaman berhutang ini tentu ada maksudnya. Saya yakin maksud tadi adalah baik untuk Anda. Barangkali akan mengantarkan Anda pada posisi yang jauh lebih baik. Maka tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Tiap detik, tiap waktu, ucapkan rasa syukur di hati dan di bibir. Caranya dengan mengingat-ingat anugerah dari Tuhan yang sudah Anda terima. Anak Anda yang lucu-lucu, pasangan Anda yang baik, Pekerjaan Anda yang diperebutkan ribuan orang, bisnis Anda yang Alhamdulillah masih berjalan, dan banyak lagi. Ini penting untuk menjaga agar hati Anda selalu dalam keadaan “feel good”. Peluang tidak akan datang kepada orang dengan pikiran yang suntuk dan hati yang terus menggerutu. Ganti isi pikiran dan hati Anda dengan rasa syukur yang mendalam.

Tetap berbahagia. Masalah serius yang saya amati dari orang yang menghadapi masalah hutang adalah mereka menjadi tidak bahagia. Mereka merasa jadi orang susah. “Aura” susah ini terpancar keluar dan akhirnya mereka canggung dalam berbisnis, akibatnya bisnis ya makin susah. Anda harus selalu berbahagia. Hutang Anda terjadinya di dunia “luar” Anda. Diri Anda yang ada di dalam Anda tidak terpengaruh apapun yg terjadi di luar sana. Kalau Anda mau bahagia, maka jadilah Anda bahagia SEKARANG, apapun keadaan Anda. Dengan selalu bahagia, “aura” bahagia Anda akan selalu terpancar, bahasa tubuh Anda akan enak, ngomong lancar, berbisnis pun lancar. Susah dipahami ya? Hehehe … kalau gitu praktekkan saja.

Ambil tindakan. Ketika ada peluang untuk mendapatkan rizki tambahan tanpa berhutang, segera ambil tindakan. Sekecil apapun itu. Kadang Tuhan bekerja dengan misterius. Hal-hal yg kelihatannya kecil dan sepele, kadang menjadi besar dan membawa berkah di masa depan. Jangan ada hari tanpa tindakan. Mulai setiap hari Anda dengan semangat, karena Anda tahu akan melakukan apa hari ini.

Pasrahkan. Dengan tetap berusaha, selalu pasrahkan pada Tuhan penyelesaian terbaiknya. Let it God. Tuhan Maha Tahu dan Bijaksana, pasti akan memberikan solusi yang terbaik. Kadang Tuhan membayarkan hutang Anda dengan cara yang unik, maka Anda harus selalu open-minded. Saya pernah melunasi hutang saya dengan cara barter. Hutang saya, ternyata dapat saya tukar dengan skill dan knowledge (software) yang zero cost buat saya. Peluangnya datang begitu tiba-tiba, ketika orang yang memberi hutang menanyakan dimana mencari vendor suatu software yang dia perlukan. Langsung saya sambar kesempatan ini dengan menyatakan bahwa saya bisa memberikan. Besoknya langsung saya majukan proposal. Dan ketika matanya terbelalak membaca angka di proposal saya, saya berbaik hati memberikan secara gratis, asal hutang saya dianggap nol. Kami langsung berjabat tangan.

Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Termasuk hutang. Bahkan masalah yang Anda hadapi mungkin adalah salah satu bagian dari pembelajaran Anda menjadi pebisnis besar. Kalau mengatasi hutang puluhan juta saja tidak bisa bagaimana nanti jadi konglomerat yang punya hutang ratusan milyar? Jadi bagi yang sedang punya masalah dengan hutang, tetap semangat, selalu bersyukur, dan selalu hadirkan kebahagiaan di hati. InsyaAllah semua akan beres. (FR)

12 Comments to “Mengatasi Masalah Dengan Masalah”
  1. WURYANANO says:

    Wah…uraian lembut tapi mendalam Mas Fauzi…luar biasa prima…

    Sukses selalu TDA.

    Wasalam,
    Wuryanano

  2. Fauzi Rachmanto says:

    Thanks Mas, wah kebanggaan buat saya Mas Nano mampir ke blog saya. Saya sendiri masih harus terus belajar dari Mas Nano, gimana caranya bisa jadi pribadi yang betul2 komplet seperti Mas ini. Entrepreneur sukses, penulis hebat, dan guru yg luar biasa prima! Semoga saya ketularan Mas.

  3. Herizal Yuliansyah ( Heri ) says:

    Trims Pak Fauzi, selalu ada pencerahan dlm tulisan anda.
    Inilah masalah yg sdg saya alami….
    enak ni kalo ada uang sekian beres hutang saya…..tapi gak dapet2….akhirnya..ya kayak Pak Fauzi gambarkan….gak feelgood2….BT aja bawaannya….masalah satu blum selesai dah ada masalah lain lagi…..BT lagi jadinya…..
    Mohon Doanya Pak agar saya bisa feelgood dan feelgood lagi

  4. Jeng Yayi says:

    Wah bener apa yang dikatakan Pak Wuryanano, sentilannya mendalam alias teleg ya Pak :) , tapi bnyk lho masyarakat kita yang punya kasus spt itu menyelesaikan dengan masalah lagi, yaa…salah satunya ya saya ini :”>. Tapi kalo kita gak punya niat, tekad dan komit pastinya gak selese2 ya pak masalah itu. Saya saat ini lagi mencoba untuk melepaskan masalah tanpa mendatangkan masalah lagi, tapi memang luar biasa perjuangannya, tapi mending gitu susah dulu tapi nyaman nantinya gak usah mikirin dept collector mana lagi nih yang nelpon, khan jadi stress jadinya kerja juga terganggu. Doain saya ya pak saat ini saya lagi jadi TDB itu juga masih taraf pemula, Insya Allah saya pengen sekali jadi TDA.

    Ok salam kenal dan manis dari saya untuk para TDA.

    Best regard
    Yayi

  5. Fauzi Rachmanto says:

    Pak Heri, Bu Yayi, dengan memiliki kesadaran seperti Bapak dan Ibu sudah merupakan awal yang bagus. Pelan tapi pasti, tantangan yg saat ini dihadapi pasti akan bisa di atasi. Awalnya sedikit berat, lama-lama makin enteng dan biasa. Good luck!

  6. Winda tri wandari says:

    Wah sungguh mendalam“
    tapi sayangny
    orangtuaq blm bisa mengatasi hutangny sampai
    1milyar htang k orang2
    tertipu oleh penggndaan uang,colepz karna forek
    adakah bantuan pak?
    Inilah jeritan anak
    y sedich memikirkn hutang orangtua
    tlong pak

  7. jovita says:

    makasih banget udah bantu kasih motovasi,,saya emang lagi pusing,,bingung pangkalnya adalah soal keuangan,,usaha ortu macet,,saya dan adek kuliah,,trus juga adek2 saya yang laen masih sekolah,,kebayang kan betapa besar biaya yang dibutuhkan,,bisa dibilang saya lagi down,,hingga mempengaruhi kinerja kerja dan kuliah saya,,makanya saya lagi menghibur diri dengan mencari motovasi2 dan salah satunya saya dapat dari blog mas,,thanks a lot..

  8. refky says:

    wah komentar bapak emang mengena banget..saya sekarang lagi bingung banget..saya masih du2k di bangku sma dan harus menanggung hutang sebesar3,5jt..padahal saya jg belum bekerja..saya kasihan orang tua saya kalo sampai tao..setiap hari saya sampe gak pernah meraskan kbahagian sedikit pun..gimana saya harus mengatasinya..terkadang terbesit d fikiran untuk mengakhiri hidup ini..huuf..

  9. saferin says:

    makasih dapet pencerahan… hutangku saat ini 700 jutaan…tiada terkira sedih hati ini …tapi aku tak putus asa terhadap rahmad Allah…moga habis nulis komentar ini keajaiban Allah diberikan kepadaku…Amiin.

    ttd suhartono 081330589640

  10. How to Playing Guitar says:

    terima kasih mas fauzi..
    setelah membaca artikel ini, saya merasa lebih bersemangat..dan mendapatkan pencerahan..terutama untuk hati saya..terima kasih sekali lagi..salam sukses selalu..

  11. avant says:

    Sungguh…uraian anda membuat saya bersemangat lagi. Kadang kita tak tahu harus berbuat apa,karena sdh malas dan penuh dg keputusasan dg hutang…..

  12. Lino_arthur says:

    Salam kenal, mas..
    Nama saya Lino dari Bandung.
    Apabila saya ingin konsultasi, kemana kira2, mas..

Leave a Reply

(required)

(required)