Home » Archive

Articles in the Uncategorized Category

Uncategorized »

[2 Nov 2009 | No Comment | ]

Salah satu berkah menjadi wirausaha, dan lantas “diduga” memiliki banyak uang, adalah banyaknya kenalan dan saudara baru. Ada yang sekedar ingin berteman, ada yang ingin bersahabat dan sekaligus menawarkan “peluang investasi”. Tidak apa-apa tentu nya. Malah saya berterimakasih sudah diperkenalkan kepada rupa-rupa peluang investasi. Dan rupanya semakin maju peradaban, makin beraneka ragam “peluang investasi” tadi. Mulai dari yang sering kita dengar seperti saham, valuta asing, emas, pompa bensin, properti, dan sebagainya, hingga yang meski tidak pasti usahanya apa, namun pasti dalam menjanjikan keuntungan sekian persen per bulan.
Contohnya, ada tawaran investasi …

Uncategorized »

[9 Oct 2009 | One Comment | ]

Saya memulai membangun usaha pada tahun 2002. Waktu itu saya merasa sudah cukup menjalani karir di bidang perbankan dan kemudian teknologi informasi. Dengan penuh rasa percaya diri, penuh keyakinan, dengan restu orang tua, dukungan istri, dukungan keluarga, teman dan segenap handai taulan, berdirilah perusahaan saya. Yang kemudian ternyata “failure to launch”.
Ya, ibarat mencoba meluncurkan Apollo ke Bulan, boro-boro sampai bulan. Mesin nya saja gak langsung nyala. Masih untung gak sampai meledak.
Tapi itu dulu … Alhamdulillah sekarang usaha IT yang saya tekuni relatif berjalan dengan baik. Ini yang membuat saya sering …

Uncategorized »

[7 Oct 2009 | 10 Comments | ]

“Cara jualan kamu kuno !” Demikian kata seorang pengusaha senior kepada saya ketika kami sedang berbuka puasa bersama, bulan Ramadan lalu. Saya tergagap. Wah, baru kali ini ada yang mengatakan demikian tentang model bisnis saya. Tapi berhubung beliau jauh … jauh … jauh … lebih berpengalaman dibanding saya, dengan usaha yang skala nya ratusan kali lipat usaha saya, saya tidak punya pilihan lain selain mendengar kritikan beliau. Saya menahan nafas menunggu kalimat beliau berikutnya.
Beliau menambahkan, “Kalau kamu bisnis IT, nyuruh pelanggan beli produk, itu bisnis jaman dulu”. Saya mulai paham. …

Uncategorized »

[24 Jun 2009 | 4 Comments | ]

“Kamu harus percaya pada ku Ma …” Kata seorang suami memelas di depan istri nya yang marah sambil memegang kemeja kantor dengan cap lipstik di kerah nya.
“Percayalah, meski pergi jauh, aku akan kembali dan melamarmu …” kata seorang pemuda, sesaat sebelum meninggalkan pacarnya untuk pergi merantau.
“Kalau proyek ini dipercayakan kepada kami, saya yakin akan selesai sesuai anggaran dan jadwal yang Bapak tetapkan …” kata seorang konsultan kepada klien nya.
“Rakyat tidak lagi percaya dengan pemerintah yang sekarang …”, demikian kata seorang politisi yang ingin dipilih rakyatnya.
Contoh pernyataan-pernyataan di atas berbicara tentang …

Uncategorized »

[30 Mar 2009 | 5 Comments | ]

Saudaraku …
Saya dapat memahami perasaan Anda. Sesungguhnya bukan hanya Anda, saya pun dahulu juga telah mengalami ujian yang sama. Berusaha dan belum berhasil, tidak punya uang, justru banyak hutang, sudah saya alami.
Padahal sudah membuat daftar impian, tujuan yang pasti, sudah membuat strategi, sudah berani mengambil tindakan … Nekat malah, karena saya melepas pekerjaan saya demi bisnis. Bukan keberhasilan yang diraih, namun justru kesulitan demi kesulitan. Pada waktu itu pun, saya merasakan rasa frustasi yang luar biasa.
Saudaraku …
Pertama-tama harus kita pahami tentang sunatullah, ketetapan Allah yang berlaku sebagai hukum …

Uncategorized »

[19 Mar 2009 | 4 Comments | ]

Jika Anda melihat peta Amerika Serikat, di sisi Samudera Atlantik, Anda akan menemukan semenanjung Florida. Sebelah tenggara Florida, ada kepulauan Bahama, Kuba, Dominika, Haiti dan Puerto Rico. Arah timur laut dari Florida, ada kepulauan kecil, Bermuda. Jika kita menghubungkan secara imajiner antara Miami, Florida dengan Puerto Rico dan Bermuda, maka terbentanglah wilayah yang disebut “Segitiga Bermuda”, yang sering dijuluki sebagai “Segitiga Setan”.
Namanya cukup seram? Ya. Bagaimana tidak. Sejak abad ke-19 hingga hari ini, terhitung sudah lebih dari 1700 kapal laut dan kapal udara yang lenyap ketika melewati kawasan Segitiga Bermuda. …

Uncategorized »

[19 Feb 2009 | 3 Comments | ]

Professor Randy Pausch, dulu adalah seorang Profesor Computer Science di Carnegie Mellon University. Sesuai tradisi di universitas Carnegie Mellon, pada bulan September 2007, Randy diminta menyampaikan “Last Lecture”. Makna kuliah terakhir tersebut begitu dalam, karena Randy Pausch pada saat itu memang sedang dalam perjuangan melawan penyakit pancreatic cancer yang mematikan. Dokter memperkirakan hidup Randy tidak lama lagi, sehingga Last Lecture kali ini bisa jadi adalah benar-benar kuliah terakhirnya. Meskipun sedang menghadapi penyakit yang mematikan, kuliah Prof. Pausch yang berjudul – Really Achieving Your Childhood Dreams, sama sekali bukan tentang kematian. …

Uncategorized »

[25 Nov 2008 | 14 Comments | ]

“Kacamata nya Kimi Raikkonen yang mana Mas?” tanya saya di sebuah toko kacamata di Bandung. Si Mas langsung mengambilkan sebuah kacamata dari tempat yg terkunci rapih. Sebuah kacamata bergagang merah yg sangat bagus diserahkan dengan hati-hati ke saya. Saya langsung mencoba, dan bercermin. Hmm … sepertinya ada yang aneh. Saya melirik ke poster Kimi di samping saya, tersenyum manis dengan kacamata yg sama. Ganteng sekali juara dunia Formula-1 tahun 2007 itu. Saya bercermin lagi, hmm … tetap aneh. Kacamatanya seperti kesempitan. Wajah saya terlalu bulat, dan gagang-nya yg melengkung indah …

Uncategorized »

[18 Nov 2008 | 10 Comments | ]

Pernahkah Anda memikirkan, apa yang membedakan Bill Gates dengan ribuan pengusaha IT lainnya? Apa yang membedakan Beatles dengan ribuan band dari Inggris? Apa yang membedakan Joe Flom – seorang pengacara korporat terkemuka, dengan ribuan pengacara lain di Amerika? Gates, Flom dan juga the Beatles adalah Outliers. Dalam statistik, outliers adalah hasil observasi yang tidak bisa dikelompokkan dalam kelompok utama karena sangat berbeda dengan kelompok utama. Dalam buku terbaru Malcolm Gladwell yang berjudul “Outliers: The Story of Success”, Gladwell yang juga penulis buku “Tipping Point” dan “Blink” mengungkapkan dengan sangat …

Uncategorized »

[13 Oct 2008 | 6 Comments | ]

Jumat minggu lalu menjadi hari yang sedikit menegangkan. Setelah puas berlibur selama Lebaran, ternyata urat syaraf harus langsung tegang. Bagaimana tidak, nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS terus mengalami depresiasi hingga sempat menembus batas psikologis Rp.10,000 per dollar AS. Beberapa rekan sesama pengusaha IT terang-terang-an menyatakan kekhawatirannya. Apalagi bagi mereka yang fokus bermain di penjualan hardware. Kenaikan nilai tukar Dollar jelas akan mempengaruhi harga jual produk mereka. Bahkan diantara teman saya ada yang sudah terlanjur memegang kontrak pembelian dari customer dengan nilai Rupiah. Bisa dibayangkan, kenaikan dollar seperti ini jelas …