Mengejar Bayangan

Banyak orang yang tidak dapat membedakan antara bayangan, dengan hal sebenarnya yang digambarkan oleh bayangan tadi.
Karenanya dia sibuk mengejar bayangan. Padahal bayangan tidak akan pernah benar2 diraih,tidak akan pernah benar2 dipegang, bahkan kadang datang dan pergi begitu saja.
Misalnya Uang.
Uang adalah bayangan, yang hanya mewakili perasaan yang menurut kita akan dapat kita diperoleh dengan memiliki uang tersebut.
Sebagian orang menginginkan rasa aman. Dan berpikir bahwa dengan memiliki uang, maka mereka akan memiliki rasa aman.
Sebagian yang lain mengharapkan perasaan dihargai. Dan merasa, akan dihargai jika memiliki banyak uang.
Atau mengharapkan perasaan berkelimpahani. Dan merasa, dengan memiiki banyak uang, akan datang perasaan berkelimpahan.
Tapi nyatanya tidak.
Malah semakin merasa tidak aman. Malah merasa tidak dihargai. Malah merasa tidak tercukupi. Malah semakin menjauh. Karena yang dikejar adalah bayangan. Bukan hal sebenarnya yang mewakili bayangan tersebut.
Lalu dimana menemukan hal2 yang kita anggap akan kita peroleh dengan memiliki uang tersebut? Ternyata tidak perlu dikejar2. Karena sesungguhnya bisa kita hadirkan, asalkan kita mengizinkannya.
Bagaimana mungkin memiliki perasaan berkelimpahan, jika selalu mengeluhkan apa yang dititipkan kepada kita hari ini? Bagaimana memiliki perasaan berkelimpahan kalau tidak bisa melihat keberlimpahan pada sehatnya keluarga kita, tawa ceria anak2 kita, teman2 yang selalu menyertai kita, peluang yang selalu datang menyapa kita.
Bisa jadi, kita yang selama ini, mengabaikan kehadiran hal2 tersebut dalam keseharian kita. Karena sibuk mengejar bayangan. (FR).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading